Religius

5 Rahasia Hidup Tenang Menurut Islam: Mengapa Berpikir Rasional Jadi Kunci Utama?

23
×

5 Rahasia Hidup Tenang Menurut Islam: Mengapa Berpikir Rasional Jadi Kunci Utama?

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi

Bandung, zonajabar.com – Di era di mana kecepatan informasi sering kali memicu kecemasan, konsep kebahagiaan menjadi barang mewah yang kian sulit digapai. Banyak orang terjebak dalam pengejaran materi yang tak berujung, namun justru kehilangan kedamaian di dalam dirinya sendiri. Padahal, Islam sejak lama telah menawarkan peta jalan menuju ketenangan hati ‘sebuah kondisi yang disebut Thuma’ninah’ yang tidak hanya mengandalkan ritual ibadah, tetapi juga ketajaman logika.

Ketenangan ini sejatinya bermula dari kemampuan seseorang untuk menyelaraskan hubungan dengan Sang Pencipta melalui dzikrullah. Menariknya, mengingat Tuhan dalam Islam bukan sekadar aktivitas lisan, melainkan sebuah jangkar psikologis yang membuat seseorang merasa memiliki pelindung yang Maha Kuat. Saat kesadaran ini muncul, beban hidup yang tadinya terasa menghimpit perlahan akan melunak karena adanya rasa aman yang bersifat transendental.

Namun, spiritualitas saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan penggunaan akal yang sehat. Di sinilah peran berpikir rasional menjadi sangat krusial. Islam sangat menjunjung tinggi Aql atau logika untuk melihat setiap persoalan secara objektif. Sering kali, ketidakbahagiaan muncul karena pikiran kita sendiri yang terlalu dramatis dalam merespons kegagalan atau terjebak dalam prasangka buruk (su’udzon). Dengan berpikir rasional, kita belajar untuk membedakan mana hal yang berada dalam kendali kita dan mana yang bukan, sehingga energi tidak terbuang sia-sia untuk mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi.

Keseimbangan berpikir ini kemudian akan melahirkan sikap Qana’ah, sebuah seni merasa cukup yang menjadi benteng dari penyakit iri hati. Di tengah budaya pamer di media sosial, Qana’ah hadir sebagai filter agar kita tetap fokus pada nikmat yang ada di tangan, alih-alih terus mendongak pada kehidupan orang lain yang tampak sempurna. Kepuasan batin ini secara alami akan terpancar keluar melalui hubungan sosial yang harmonis. Islam menekankan bahwa menjaga silaturahmi dan menjauhi konflik adalah kunci kesehatan mental, karena kebencian yang disimpan dalam hati hanya akan menjadi racun bagi ketenangan diri sendiri.