Religius

Meraih Berkah di Bulan Suci: 5 Amalan Inti Ramadan yang Tak Boleh Terlewatkan

15
×

Meraih Berkah di Bulan Suci: 5 Amalan Inti Ramadan yang Tak Boleh Terlewatkan

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi amalan sunnah di bulan Ramadan yang jangan dilewatkan.

Bandung, zonajabar.com – Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenamnya matahari. Bagi jutaan umat Muslim, bulan ini adalah momentum akselerasi spiritual di mana setiap detik membawa peluang pahala yang berlipat ganda. Di tengah hiruk-pikuk persiapan mudik dan takjil, ada lima amalan krusial yang menjadi pembeda antara mereka yang sekadar berpuasa dengan mereka yang meraih derajat takwa.

Berikut adalah laporan mendalam mengenai lima amalan utama yang wajib masuk dalam daftar prioritas Anda:

1. Menjaga Kualitas Salat Tarawih dan Witir

Salat Tarawih adalah identitas malam Ramadan. Meski hukumnya sunah, konsistensi dalam menjalankan salat malam ini merupakan cerminan kesungguhan seorang hamba. Jangan hanya mengejar jumlah rakaat atau kecepatan imam. Fokuslah pada kekhusyukan dan upayakan untuk melakukannya secara berjemaah demi mendapatkan pahala shalat semalam suntuk.

2. Tadarus Al-Qur’an, Lebih dari Sekadar Khatam

Ramadan adalah Syahrul Qur’an (Bulan Al-Qur’an). Tradisi membaca Al-Qur’an hingga khatam memang baik, namun para ulama menekankan pentingnya tadabbur atau memahami makna di balik ayat yang dibaca. Luangkan waktu minimal 15-30 menit setelah Subuh atau menjelang berbuka untuk membaca terjemahan agar pesan ilahi dapat meresap ke dalam aktivitas harian.

3. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi Takjil

Kedermawanan Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadan digambarkan “lebih kencang daripada angin yang berhembus.” Memberi makan orang yang berpuasa memiliki keutamaan luar biasa, yakni mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun. Aksi nyata ini tidak perlu mewah; sekotak kurma atau segelas air mineral untuk musafir di jalan sudah cukup untuk membuka pintu berkah.

4. Mengejar Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir

Ini adalah puncak dari perburuan spiritual di bulan Ramadan. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini tersembunyi di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir. Tingkatkan intensitas ibadah, kurangi waktu tidur untuk urusan duniawi, dan perbanyak iktikaf guna menjemput ampunan total.

5. Memperbaiki Akhlak dan Menjaga Lisan

Puasa bukan hanya soal perut, tapi juga pengendalian diri. Menggunjing, berbohong, atau marah-marah dapat menghanguskan pahala puasa hingga yang tersisa hanyalah lapar dan haus. Jadikan Ramadan sebagai laboratorium untuk membentuk karakter sabar dan rendah hati yang akan dibawa hingga sebelas bulan berikutnya.

“Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. An-Nasa’i)

Ramadan adalah maraton spiritual, bukan sprint. Kuncinya bukan pada seberapa cepat kita menyelesaikannya, melainkan seberapa konsisten kita menjaga kualitas ibadah hingga hari kemenangan tiba.