Garut, zonajabar.com – Disaat warga tengah khusyuk menjalankan ibadah salat tarawih, sebuah peristiwa memilukan justru terjadi di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Seorang oknum guru ngaji berinisial US (54) diringkus polisi setelah dilaporkan melakukan tindakan asusila terhadap muridnya yang baru berusia 13 tahun pada Jumat (13/3) malam pekan lalu.
Aksi bejat ini terungkap berkat keberanian nenek korban yang memergoki langsung perbuatan pelaku di dalam rumahnya sendiri.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 19.45 WIB, saat suasana perkampungan sedang sepi karena sebagian besar warga berada di masjid. US mendatangi rumah korban dengan dalih yang sangat meyakinkan, yakni ingin membantu mengobati nenek korban yang sedang sakit dan sulit berjalan.
Awalnya, pihak keluarga tidak menaruh curiga sedikit pun. Sebagai sosok yang dikenal sebagai guru ngaji, kehadiran US disambut baik. Pelaku kemudian masuk ke kamar dengan alasan ingin membacakan doa-doa kesembuhan bagi sang nenek yang terbaring sakit.
Namun, niat tulus yang ditunjukkan US hanyalah kedok belaka. Di dalam kamar tersebut, pelaku justru memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksi tidak terpujinya kepada sang cucu yang juga merupakan murid mengajinya.
Kecurigaan keluarga akhirnya terbukti saat sang nenek mendapati pelaku sedang melakukan tindakan asusila terhadap cucunya. Sontak, sang nenek berteriak meminta pertolongan warga sekitar hingga suasana yang tadinya tenang menjadi gempar.
Mendengar teriakan minta tolong, warga segera berdatangan ke lokasi kejadian. Beruntung, situasi tidak berkembang menjadi aksi main hakim sendiri karena personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat bergerak cepat untuk mengamankan US dari kerumunan massa.
Kini, pelaku telah dibawa oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi para orang tua untuk tetap waspada dan mengawasi lingkungan pergaulan anak, bahkan terhadap sosok yang selama ini dianggap sebagai teladan.
Source : IG/99channel_














