Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Baznas Cianjur Bergerak Cepat, Targetkan Renovasi Puluhan Rutilahu di Tahun 2026

224
×

Baznas Cianjur Bergerak Cepat, Targetkan Renovasi Puluhan Rutilahu di Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Hilman Saukani M.Pd.I Wakil Ketua Baznas Kabupaten Cianjur | Foto : Erik Ernawan

Cianjur, zonajabar.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur terus bergerak dengan cepat dalam mendukung upaya pemerintah daerah mengentaskan kemiskinan ekstrem. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, lembaga pengelola zakat ini kembali menggulirkan program unggulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga yang berada di garis kerentanan ekonomi.

Wakil Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, H. Hilman Saukani M.Pd.I, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk sinergi aktif untuk melengkapi program yang sudah berjalan di kedinasan terkait. Menurutnya, Baznas hadir sebagai penyambung harapan bagi warga yang mungkin belum sempat terakomodasi oleh anggaran pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Baznas itu posisinya membantu. Jadi tidak ada alokasi khusus per wilayah, tapi ketika ada warga yang belum ter-cover oleh dinas, baru kami bantu sesuai kemampuan keuangan,” ujar Hilman saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (1/4/2026).

Hingga bulan Maret ini, realisasi program menunjukkan progres positif dengan tuntasnya perbaikan di lima unit rumah, termasuk di wilayah Karangtengah dan Tanggeung. Capaian tersebut merupakan setengah dari target minimal sepuluh rumah yang direncanakan rampung sepanjang tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, Baznas menyalurkan stimulan dana yang berkisar antara Rp5 juta hingga Rp15 juta per unit, menyesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan yang ada.

Fokus utama bantuan ini diarahkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, terutama kaum lansia yang tinggal di rumah dengan kondisi rusak berat tanpa keluarga pendamping. Namun, bantuan ini bukan sekadar urusan administratif belaka. Baznas menerapkan verifikasi ketat melalui koordinasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat RT dan desa untuk memastikan tidak ada tumpang tindih anggaran dengan program pemerintah lainnya.

Hal yang menarik dari program ini adalah kentalnya semangat kebersamaan. Baznas mengedepankan model gotong royong, di mana dana bantuan difokuskan pada pengadaan material bangunan, sementara proses pengerjaannya dilakukan secara bahu-membahu oleh warga sekitar di bawah koordinasi aparat desa setempat.

Meski terus menebar manfaat, Hilman tidak menampik adanya tantangan besar dalam hal pengumpulan dana di wilayah Cianjur. Ia menyoroti bahwa potensi zakat di Cianjur sebenarnya sangat besar, namun realisasinya belum maksimal.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih optimal menyalurkan zakat dan infaknya melalui Baznas, agar semakin banyak warga yang terbantu,” tuturnya.

Dari potensi zakat yang diperkirakan menyentuh angka Rp100 miliar, saat ini baru sekitar 30 persen yang berhasil terserap melalui lembaga resmi. Dengan partisipasi publik yang lebih luas, Baznas optimis cakupan bantuan perbaikan rumah ini bisa semakin masif dan menyentuh lebih banyak warga yang membutuhkan di seluruh penjuru Cianjur.