Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Mengenal Sosok Omang: Pemimpin Tanpa Sekat dan Pilar Transparansi dari Desa Mekarwangi

9
×

Mengenal Sosok Omang: Pemimpin Tanpa Sekat dan Pilar Transparansi dari Desa Mekarwangi

Sebarkan artikel ini
Omang Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

Bogor, zonajabar.com – Di tengah dinamika kepemimpinan desa saat ini, sosok Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, yang akrab disapa Omang, muncul sebagai figur teladan. Ia dikenal bukan sebagai pemimpin yang menjaga jarak, melainkan sebagai pelayan masyarakat yang menanggalkan ego struktural demi kepentingan warga.

Bagi Omang, jabatan adalah amanah yang menuntut ketersediaan waktu penuh. Prinsip ini ia buktikan dengan pola pelayanan yang tidak mengenal batas jam kerja. Warga Desa Mekarwangi tidak kesulitan untuk menemui pemimpinnya, baik di kantor desa maupun di kediaman pribadinya. Omang selalu membuka pintu lebar-lebar untuk melayani keluhan maupun kebutuhan administrasi warga.

“Pelayanan bagi saya adalah prioritas utama. Tidak peduli siang atau malam, di kantor atau di rumah, selama warga membutuhkan, saya harus hadir untuk mereka,” ujar Omang, Rabu (29/4/2026).

Selain aspek pelayanan, nilai keterbukaan menjadi identitas kepemimpinan Omang di Desa Mekarwangi. Pengelolaan anggaran desa dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan aktif berbagai elemen desa, mulai dari aparatur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga Karang Taruna.

Tidak berhenti pada tataran lembaga, Omang juga kerap memanfaatkan setiap momen pertemuan di tengah masyarakat untuk mengumumkan realisasi anggaran dan rencana pembangunan. Langkah ini diambil agar warga mengetahui secara pasti arah kebijakan dan penggunaan dana desa, guna menghindari spekulasi negatif dan membangun kepercayaan publik.

Kesan tidak memposisikan diri sebagai pimpinan, membuat Omang sangat dicintai warganya. Ia lebih memilih pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan setiap persoalan di desa. Gaya kepemimpinan yang partisipatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi tata kelola pemerintahan desa yang lebih bersih, terbuka, dan melayani.