Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

SMKN Maung Purwakarta Gandeng Brimob Jabar Gelar Pendidikan Ketarunaan Selama 3 Bulan

87
×

SMKN Maung Purwakarta Gandeng Brimob Jabar Gelar Pendidikan Ketarunaan Selama 3 Bulan

Sebarkan artikel ini

Purwakarta, zonajabar.com – SMKN Maung Purwakarta resmi meluncurkan program pendidikan ketarunaan bekerja sama dengan Satuan Brimob Polda Jawa Barat. Program yang berlangsung selama tiga bulan itu digelar di Markas Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda Jabar, Purwakarta, Senin (27/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik melalui pendekatan kepramukaan yang mengedepankan nilai-nilai Pancawaluya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan para siswa akan menjalani pembinaan langsung di lingkungan Mako Brimob yang lokasinya berdekatan dengan sekolah. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan.

“Anak-anak SMKN Maung Purwakarta bekerja sama dengan Brimob untuk pendidikan karakter Pancawaluya. Mereka akan dididik selama tiga bulan di sini dengan pendekatan model kepramukaan,” kata Purwanto.

Ia menjelaskan, pendidikan ketarunaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Pancawaluya melalui kegiatan kepramukaan sebagai sarana pembentukan karakter, patriotisme, dan tanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Pancawaluya akan dibangun dan diperkuat bersama Brimob,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda Jabar, Iptu Yosafat Jan Diocassa Agrephino, berharap para siswa dapat membawa perubahan positif setelah mengikuti program tersebut.

Ia menilai pendidikan ketarunaan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, meningkatkan kedisiplinan, membangun integritas, serta membentuk budi pekerti yang baik.

“Kami berharap setelah selesai mengikuti pelatihan ini, mereka memiliki rasa kebersamaan, tidak ada perbedaan satu sama lain. Mereka akan lebih disiplin, berintegritas, memiliki budi pekerti, serta mampu bersikap sopan kepada orang tua, teman, dan lingkungan sekitar,” ujar Yosafat.

Melalui pembinaan selama tiga bulan, program ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan, tetapi juga karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.