Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example 728x250
Berita

Lawan Balik dengan Kamera: Saat Ruang Publik Tak Lagi Ramah Bagi Perempuan

3
×

Lawan Balik dengan Kamera: Saat Ruang Publik Tak Lagi Ramah Bagi Perempuan

Sebarkan artikel ini
Seorang wanita penumpang transportasi umum mendapatkan tindakan tidak pantas dari seorang pria yang duduk di sampingnya | Foto : IG/Viralnesia.idn

Bandung, zonajabar.com – Keamanan di transportasi umum kembali menjadi sorotan tajam setelah sebuah video singkat beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang memicu keprihatinan publik tersebut, seorang penumpang wanita tampak dengan berani mengarahkan kamera ponselnya untuk merekam tindakan tidak pantas dari seorang pria yang duduk di sampingnya.

Meski lokasi dan waktu kejadian belum teridentifikasi secara pasti, video ini menjadi pengingat pahit bahwa pelecehan di ruang publik masih menjadi ancaman nyata yang bisa menimpa siapa saja dan di mana saja.

Langkah korban yang segera merekam kejadian tersebut bukan sekadar aksi spontan, melainkan sebuah bentuk perlawanan mandiri yang sangat krusial. Dalam banyak kasus, pelaku pelecehan sering kali berlindung di balik keramaian atau ketidaktahuan orang sekitar. Dengan keberanian untuk mendokumentasikan tindakan tersebut, korban secara tidak langsung telah mengumpulkan bukti otentik yang sering kali sulit didapat dalam situasi serupa. Ini adalah pesan kuat bahwa ruang publik bukan tempat yang aman bagi pelaku untuk bersembunyi di balik sikap diam korbannya.

Pelecehan seksual pada dasarnya bukan hanya soal gangguan fisik, tetapi merupakan pelanggaran serius terhadap hak dasar setiap orang untuk merasa aman. Ketika tindakan semacam ini dibiarkan tanpa konsekuensi, transportasi umum yang seharusnya menjadi fasilitas pendukung mobilitas warga perlahan-lahan berubah menjadi ruang yang mencekam. Ketakutan yang muncul akibat pembiaran terhadap perilaku menyimpang ini dapat merusak tatanan sosial dan rasa saling percaya antar-pengguna transportasi publik.

Oleh karena itu, kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam memutus rantai pelecehan ini. Masyarakat perlu mulai beralih dari sekadar menjadi penonton pasif menjadi saksi yang aktif. Menegur pelaku secara langsung, membuat kegaduhan untuk menarik perhatian massa, atau segera membantu korban melapor kepada petugas di lapangan adalah langkah-langkah nyata yang bisa diambil. Dukungan dari sesama penumpang sangatlah berarti untuk menguatkan mental korban dan memberikan tekanan sosial bagi pelaku.

Kejadian ini sekaligus menjadi teguran keras bagi para pengelola transportasi umum untuk terus memperketat pengawasan, baik melalui teknologi kamera pemantau maupun kehadiran petugas keamanan yang lebih responsif.

Harapannya, setiap perjalanan pulang atau pergi tidak lagi menjadi perjuangan bagi perempuan untuk menjaga harga diri dan keselamatannya, melainkan menjadi momen yang tenang dan bebas dari rasa was-was. Jangan pernah ragu untuk bersuara, karena rasa aman adalah hak yang layak diperjuangkan bersama.

Source : IG/Viralnesia.idn