BeritaPendidikan

Memprihatinkan KBM PKBM Waluya Sari Tenjo Mangkrak Dua Minggu, Siswa Terpaksa Pulang Kecewa

278
×

Memprihatinkan KBM PKBM Waluya Sari Tenjo Mangkrak Dua Minggu, Siswa Terpaksa Pulang Kecewa

Sebarkan artikel ini

Bogor, zonajabar.com – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Waluya Sari, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, dilaporkan mangkrak selama dua minggu. Tidak ada aktivitas, tidak ada guru, dan tidak ada penjelasan resmi. Kondisi ini membuat para warga belajar yang datang hanya bisa pulang dengan rasa kecewa.

Situasi ini mencoreng wajah pendidikan kesetaraan di wilayah tersebut, terlebih PKBM seharusnya menjadi akses utama bagi warga yang ingin melanjutkan pendidikan non-formal. Namun kenyataan di lapangan justru memperlihatkan gedung sepi, pintu ruang kelas tertutup, dan halaman tak berpenghuni.

Lebih jauh, dugaan berkembang bahwa kegiatan belajar di PKBM ini hanya berjalan ketika ada kepentingan tertentu, seperti saat Tes Kemampuan Akademik (TKA) atau Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK). Di luar itu, aktivitas diduga berhenti total tanpa pemberitahuan ke warga belajar.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi ini sudah berlangsung cukup lama.

“Sudah dua minggu ini tidak ada kegiatan belajar sama sekali,” ujarnya kepada zonajabar.com, Minggu (29/11/2025).

Ia menambahkan, beberapa siswa sempat hadir untuk mengikuti KBM pada pagi hari tersebut, tetapi mereka hanya mendapati bangunan kosong.

“Minggu lalu juga ada siswa yang datang tiga orang. Mereka pada pulang lagi karena memang tidak ada guru atau kegiatan apa-apa. Kami kasihan melihatnya,” tambahnya.

Tidak hanya siswa yang dibuat bingung, awak media pun mengalami kesulitan memperoleh konfirmasi dari pihak pengelola. Saat mendatangi kediaman Kepala PKBM Waluya Sari, Jajat Sudrajat, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Upaya menghubungi melalui WhatsApp pun tidak mendapatkan respons sama sekali.

Ketiadaan komunikasi dari pihak PKBM membuat situasi semakin janggal, terutama mengingat pendidikan kesetaraan bergantung pada konsistensi proses belajar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PKBM Waluya Sari maupun dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait alasan terhentinya kegiatan belajar mengajar secara mendadak dan berkepanjangan ini.