Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Sosial

Nestapa Lansia di Nias: Hemat Listrik Berujung Tuduhan, Meteran Dicabut dan Dipaksa Bayar 600 Ribu

17
×

Nestapa Lansia di Nias: Hemat Listrik Berujung Tuduhan, Meteran Dicabut dan Dipaksa Bayar 600 Ribu

Sebarkan artikel ini
Foto : Istimewa

Bandung, zonajabar.com – Sebuah kisah memilukan menimpa pasangan lanjut usia di Desa Orahua, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias. Alih-alih mendapatkan apresiasi karena pola hidup hemat, kakek berusia 83 tahun dan istrinya justru harus kehilangan meteran listrik mereka setelah dicurigai melakukan kecurangan oleh oknum petugas PLN.

Peristiwa ini bermula pada Februari 2025. Saat itu, sang kakek memohon kepada petugas PLN yang berkunjung ke rumahnya agar dibantu mendapatkan akses listrik subsidi. Permohonan tersebut dikabulkan, dan rumah sederhana mereka pun terpasang kWh meter token bersubsidi.

Kecurigaan yang Berujung Ancaman

Selama setahun terakhir, pasangan lansia ini hidup dengan sangat hemat. Di rumah mereka, penggunaan listrik hanya bersumber dari tiga buah lampu berdaya rendah dan satu unit rice cooker. Saking hematnya, pengisian token terakhir tercatat dilakukan pada Desember 2025 dan belum habis hingga memasuki tahun berikutnya.

Namun, kehematan ini justru memicu kecurigaan petugas PLN. Petugas menganggap ada kejanggalan pada meteran listrik karena token yang terisi tak kunjung habis. Tuduhan adanya malfungsi atau manipulasi meteran pun mencuat.

Meski warga sekitar telah pasang badan dan menjelaskan bahwa pasangan lansia tersebut tidak mungkin mencuri arus, petugas tetap bersikukuh. Menurut kesaksian warga, petugas bahkan melontarkan nada ancaman.

“Kalau tidak mau pakai listrik negara tidak apa-apa, tapi meterannya akan ditarik,” ujar petugas tersebut sebagaimana dikutip dari keterangan unggahan akun Facebook Tanti.

Bansos Raib untuk Bayar Meteran Baru

Ancaman tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Petugas mencabut meteran lama milik pasangan lansia itu. Agar listrik di rumah mereka bisa kembali menyala, petugas memasang meteran baru, namun dengan syarat yang memberatkan dengan biaya sebesar 600 ribu.

Ironisnya, uang sebesar 600 ribu rupiah tersebut dikabarkan diambil dari dana bantuan sosial (bansos) milik pasangan lansia tersebut. Dana yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok di masa tua, terpaksa amblas demi membayar meteran pengganti akibat tuduhan yang tidak terbukti.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan mengenai nasib malang kakek dan nenek di Desa Orahua ini terus menuai simpati dan kecaman dari warganet, yang mempertanyakan prosedur penertiban serta empati oknum petugas di lapangan terhadap warga kurang mampu.

Source : FB/Tanti