Bogor, zonajabar.com – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan penanaman pohon tahap awal seluas sekitar 220 hektare untuk pembangunan hutan kota dan penguatan kawasan resapan air di 40 kecamatan, sebagai langkah mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Target tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat memimpin penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Kecamatan Cisarua (5/2/2026).
Kegiatan ini menandai dimulainya gerakan penanaman pohon serentak di seluruh kecamatan sebagai bagian dari program penghijauan Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan pemerintah daerah menetapkan target minimal 1 hektare penanaman di setiap kecamatan sehingga luas minimal mencapai 40 hektare.
Pemkab Bogor juga menginventarisasi sejumlah aset milik pemerintah daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi tambahan untuk memperluas area tanam.
“Kalau 1 hektar per kecamatan, berarti ada 40 hektare. Ditambah beberapa aset milik pemerintah daerah yang sudah kami inventarisir pada tahap awal, total rencana penanaman kita mencapai sekitar 220 hektar di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Rudy menegaskan program ini bukan sekadar memperindah wilayah, tetapi memperkuat fungsi ekologis sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan, mengingat Kabupaten Bogor berperan strategis sebagai wilayah hulu bagi sejumlah daerah sekitar.
Pemkab Bogor menyiapkan tim khusus yang akan melanjutkan penanaman dalam beberapa hari ke depan sekaligus melakukan pemeliharaan selama satu tahun di seluruh lokasi yang sudah ditanami.
“Pemerintah daerah telah menyiapkan tim khusus yang akan melanjutkan penanaman dalam beberapa hari ke depan, sekaligus melakukan pemeliharaan selama satu tahun di seluruh lokasi hutan kota yang telah ditanami,” jelas Rudy.
Jenis dan jumlah bibit akan disesuaikan dengan karakteristik tanah serta kondisi cuaca di masing-masing kecamatan agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Rudy menyebut di beberapa kecamatan luas area tanam bahkan bisa mencapai belasan hektare, bergantung pada ketersediaan lahan.
“Bogor harus kembali hijau. Menanam pohon itu bukan di baliho, tapi di tanah. Ini adalah investasi lingkungan dan warisan untuk anak cucu kita ke depan,” tegasnya.
Source: Humas Jabar












