Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example 728x250
Berita

Gara-gara Cabai, Seorang Ibu Diduga Menjadi Korban Kekerasan di Pasar Tradisional

17
×

Gara-gara Cabai, Seorang Ibu Diduga Menjadi Korban Kekerasan di Pasar Tradisional

Sebarkan artikel ini
Foto : Istimewa

Bandung, zonajabar.com – Sebuah video singkat yang memperlihatkan aksi kekerasan di tengah riuh rendahnya pasar tradisional mendadak viral dan memicu perbincangan hangat di media sosial. Kejadian yang terekam pada Minggu pagi (15/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, memperlihatkan sisi gelap dari gesekan sosial di ruang publik.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat seorang ibu mendapatkan perlakukan kasar berupa tamparan dan tendangan beberapa kali dari seorang pria yang diduga adalah pedagang di pasar tersebut. Alasan di balik tindakan main hakim sendiri ini disinyalir karena sang ibu dianggap telah mencuri cabai dari lapak dagangannya.

Video tersebut menangkap momen ketegangan tinggi di antara tumpukan komoditas pangan. Di saat pedagang lain sibuk melayani pembeli, insiden ini justru menjadi pusat perhatian negatif. Berikut adalah poin-poin yang menjadi sorotan netizen:

1. Tindakan Main Hakim Sendiri: Banyak netizen menyayangkan aksi kekerasan fisik tersebut, terlepas dari benar atau tidaknya dugaan pencurian yang dilakukan.

2. Waktu Kejadian: Berdasarkan keterangan unggahan, peristiwa terjadi di jam sibuk pasar, yakni pukul 06.00 pagi.

3. Lokasi Masih Misteri: Hingga saat ini, titik koordinat atau lokasi pasti pasar tradisional tersebut belum diketahui secara detail.

Meskipun kerugian materiil seperti cabai mungkin terasa berat bagi pedagang kecil, tindakan kekerasan fisik tetap tidak dapat dibenarkan di mata hukum. Para pengguna media sosial kini ramai-ramai mendesak pihak berwajib untuk segera menelusuri lokasi kejadian guna memberikan perlindungan kepada korban dan mengedukasi masyarakat agar tidak mudah tersulut emosi.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik hiruk-pikuk ekonomi kerakyatan, rasa kemanusiaan dan supremasi hukum harus tetap dijunjung tinggi. Jangan sampai pedasnya harga cabai atau masalah sepele lainnya justru berujung pada tindak pidana yang lebih serius.

Credit : IG/andreli_48