Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example 728x250
Hukum

Akhir Perjalanan Seragam Cokelat: Dua Oknum Polisi Jambi Resmi Dipecat Terkait Kasus Pemerkosaan

7
×

Akhir Perjalanan Seragam Cokelat: Dua Oknum Polisi Jambi Resmi Dipecat Terkait Kasus Pemerkosaan

Sebarkan artikel ini
Foto : Istimewa

Jambi, zonajabar.com – Pintu karier Bripda Nabil Ijlal Fadlul Rahman dan Bripda Samson Pardamean di korps kepolisian akhirnya tertutup rapat. Setelah melalui proses persidangan yang panjang dan melelahkan di Mapolda Jambi pada Jumat (6/2/2026) bulan lalu, keduanya resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH. Sidang Komisi Etik Profesi Polri (KEPP) tersebut berlangsung secara maraton selama hampir 14 jam, dimulai sejak pukul 08.30 WIB pagi hingga baru ketuk palu pada pukul 22.00 WIB malam.

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik bukan hanya karena melibatkan aparat penegak hukum, tetapi juga karena trauma mendalam yang dialami korbannya. Remaja putri berinisial C yang baru menginjak usia 18 tahun harus menelan kenyataan pahit dari oknum institusi yang justru ia kagumi. Ironisnya, C merupakan seorang siswi yang memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang Polwan, namun impian tersebut ternoda oleh tindakan asusila yang dilakukan kedua pelaku di Kota Jambi.

Keputusan pemecatan ini diambil sebagai bentuk ketegasan Polri dalam menjaga marwah institusi dari oknum-oknum yang melanggar sumpah jabatan. Majelis Sidang Etik menilai tindakan keduanya sebagai pelanggaran berat yang tidak dapat ditoleransi lagi. Dengan keluarnya putusan PTDH ini, Nabil dan Samson kini resmi menanggalkan seragam cokelat mereka dan harus bersiap menghadapi proses hukum pidana yang akan menentukan masa tahanan mereka di balik jeruji besi.

menggelar sidang etik ini diharapkan mampu memberikan sedikit rasa keadilan bagi korban dan keluarganya. Meskipun seragam telah dilepas, publik kini terus mengawal perkembangan kasus ini di ranah pengadilan umum agar hukuman yang diterima benar-benar setimpal dengan perbuatan yang telah menghancurkan masa depan seorang remaja.

Source : IG/Noise_Talks