Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Bandung Perketat Keamanan, Command Center Siaga 24 Jam dan Patroli Malam Diperbanyak

85
×

Bandung Perketat Keamanan, Command Center Siaga 24 Jam dan Patroli Malam Diperbanyak

Sebarkan artikel ini
Petugas gabungan TNI, Polri, dan unsur Pemkot Bandung berbaris saat apel pengamanan kota. Pemkot Bandung resmi meningkatkan patroli malam hingga dini hari di sejumlah titik rawan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat | Foto: Istimewa

Bandung, zonajabar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat langkah pengamanan dengan meningkatkan patroli gabungan, mengoptimalkan pengawasan selama 24 jam, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kebijakan tersebut diambil sebagai tindak lanjut rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Jawa Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Bandung Raya, Jumat (24/7/2026), menyusul meningkatnya perhatian terhadap situasi keamanan di kawasan Bandung Raya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, tindak kriminal seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan (begal), hingga kejahatan jalanan lainnya terjadi di berbagai wilayah Bandung Raya, termasuk kawasan perbatasan antardaerah.

“Karena masyarakat melihat Bandung Raya sebagai satu kawasan, maka penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Farhan.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Bandung bersama kepolisian akan mengintensifkan patroli gabungan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Selain itu, dua command center milik Pemkot yang dikelola Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika akan kembali dioptimalkan untuk beroperasi selama 24 jam.

Farhan menjelaskan, fasilitas tersebut akan dilengkapi kembali dengan pengeras suara agar petugas dapat memberikan peringatan secara langsung apabila terpantau adanya potensi gangguan keamanan melalui kamera pengawas.

Menurutnya, petugas di command center maupun Dinas Perhubungan akan bersiaga sepanjang hari guna mempercepat respons terhadap laporan masyarakat maupun situasi yang terpantau di lapangan.

Patroli gabungan akan difokuskan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan, seperti kawasan Jalan Soekarno-Hatta–AH Nasution, Taman Maluku, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Alun-alun Regol, hingga Alun-alun Cicendo. Kegiatan patroli akan dilakukan secara rutin pada malam hingga dini hari sebagai upaya pencegahan tindak kriminal.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga memperkuat langkah preventif melalui pelibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satunya dengan kembali menerapkan jam malam bagi pelajar serta mendorong sekolah untuk meningkatkan koordinasi dengan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di luar rumah.

Farhan menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk memberikan stigma kepada pelajar, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar mereka tidak menjadi pelaku maupun korban tindak kriminal.

Selain itu, Pemkot Bandung akan menghidupkan kembali semangat community policing melalui gerakan “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota” atau siskamling sebagai bagian dari penguatan keamanan berbasis masyarakat.

Farhan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait isu kriminalitas yang beredar di media sosial. Ia meminta warga mengutamakan informasi resmi dan bersama-sama menjaga situasi Kota Bandung tetap aman dan kondusif.

“Hal yang paling penting sekarang adalah menjaga ketenangan masyarakat. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru memperbesar keresahan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan Kota Bandung,” ujar Farhan.