Bandung, zonajabar.com – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memanfaatkan kegiatan karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda sebagai momentum monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan, khususnya infrastruktur jalan provinsi.
Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara langsung meninjau kondisi jalan sepanjang rute Sumedang–Wado–Majalengka, termasuk memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban di kawasan sempadan jalan.
“Yang menjadi konsen Pak Gubernur adalah jalan provinsi, termasuk sempadannya. Banyak ditemukan pemasangan banner yang dipaku di pohon, itu langsung kami tertibkan,” ujar Herman, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, tim juga menemukan aktivitas usaha yang berpotensi merusak lingkungan. Salah satunya warung pengolahan tahu yang beroperasi dekat pohon menyebabkan batang pohon menjadi rusak dan menghitam. “Ada warung tahu yang penggorengannya dekat pohon sampai pohonnya menghitam. Kalau dibiarkan bisa mati, padahal itu pohon besar seperti mahoni. Itu langsung kita tertibkan,” katanya.
Pemprov Jabar juga menyoroti adanya penebangan pohon di kawasan sempadan jalan di wilayah Situ Raja. Menurut Herman, pihaknya akan menelusuri status kepemilikan pohon tersebut untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran.
“Kalau melihat posisinya, itu berada di sempadan jalan. Kami akan telusuri apakah itu milik pribadi atau aset jalan. Tapi meskipun milik pribadi, tidak bisa sembarangan ditebang karena berisiko longsor,” ujarnya.
Ia menegaskan, penebangan pohon di area tebing sangat berbahaya karena dapat memicu longsor yang berdampak langsung pada badan jalan. Selain penertiban, gubernur juga melakukan pengecekan terhadap proyek pembangunan tembok penahan tebing di kawasan Lemasugi. Pemeriksaan meliputi kualitas konstruksi, sistem drainase, hingga potensi risiko di sekitar lokasi proyek.
Dalam peninjauan tersebut, ditemukan satu rumah yang berada tepat di tebing jalan dan berpotensi memicu longsor. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah menyiapkan langkah penanganan, termasuk pemberian santunan kepada pemilik rumah.
“Kami akan berikan santunan, dan nanti tanah serta rumahnya akan menjadi aset Pemda melalui Dinas BMPR. Sudah dikomunikasikan dan yang bersangkutan bersedia, tinggal proses formal,” jelas Herman.
Ia menambahkan, pengecekan dilakukan secara menyeluruh di sepanjang jalur, terutama pada titik-titik pembangunan tembok penguat tebing, guna memastikan kualitas pekerjaan sekaligus meminimalkan risiko bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan kirab budaya dari Sumedang menuju Ciamis, yang tidak hanya menonjolkan aspek budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai upaya pengawasan langsung pembangunan di daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda “Nyuhun Buhun, Nata Nagara” yang dimulai dari Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026) dalam rangkaian peringatan Hari Tatar Sunda yang diperingati setiap 18 Mei. Karnaval budaya ini mengarak Mahkota Binokasih, secara bertahap dari Sumedang hingga Cirebon, sembilan kabupaten/kota.
Source : Humas Jabar
















