Scroll untuk baca artikel
TNI & Polri

Rekam Jejak Jenderal Suyudi Ario Seto: Dari Ungkap Kasus Narkotika 8 Ton hingga Puncak Pimpinan Polri

207
×

Rekam Jejak Jenderal Suyudi Ario Seto: Dari Ungkap Kasus Narkotika 8 Ton hingga Puncak Pimpinan Polri

Sebarkan artikel ini
Komjen Pol. Suyudi Ario Seto saat menjabat sebagai Kepala BNN, memimpin konferensi pers pengungkapan kasus narkotika berskala besar. (Foto: Istimewa)

Bandung, zonajabar.com – Nama Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini berada di puncak pimpinan Polri. Sebelum resmi dilantik sebagai Kapolri, lulusan Akpol 1994 kelahiran Pandeglang, Banten, itu lebih dulu memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) dan terlibat dalam sejumlah pengungkapan narkotika berskala besar.

Dalam periode dua bulan terakhir masa kepemimpinannya di BNN, lebih dari 8 ton narkotika berhasil digagalkan melalui operasi yang melibatkan BNN bersama Bea Cukai, Bareskrim Polri dan unsur terkait lainnya. Rangkaian pengungkapan tersebut mencakup empat kasus besar dengan nilai ekonomi barang bukti mencapai lebih dari Rp16 triliun berdasarkan perhitungan aparat.

Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari catatan akhir Suyudi sebelum meninggalkan BNN untuk mengemban tugas baru sebagai Kapolri.

Salah satu pengungkapan besar terjadi pada Juli 2026. BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur menggagalkan penyelundupan 3,37 ton cannabis buds asal Thailand yang dikemas dalam kontainer dan disamarkan sebagai barang impor.

Kasus tersebut terungkap setelah aparat menerima informasi intelijen mengenai pengiriman kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju gudang di Kabupaten Gresik. Dalam operasi itu, 12 orang yang diduga terlibat turut diamankan.

Berikutnya, BNN bersama TNI AL, Bea Cukai, Bareskrim Polri, BIN dan Polda Kepulauan Riau mengungkap penyelundupan 1,3 ton ketamin melalui jalur laut. Barang bukti tersebut kemudian dimusnahkan dan BNN menyebut pengungkapan itu berpotensi menyelamatkan lebih dari 6 juta jiwa.

Pengungkapan besar kembali terjadi pada Agustus 2026. Tim gabungan menggagalkan penyelundupan sekitar 2,6 ton methamphetamine atau sabu cair dari kapal MV Ocean Porter di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Dari pengungkapan tersebut, BNN memperkirakan narkotika itu berpotensi menghasilkan jutaan cartridge vape narkoba dengan nilai ekonomi sekitar Rp8,5 triliun. BNN memperkirakan sekitar 14,1 juta jiwa berpotensi terselamatkan dari penyalahgunaan narkotika.

Belum selesai sampai di sana, pada 24 Agustus 2026 tim gabungan kembali menemukan sekitar 800 kilogram ketamin HCL yang disembunyikan di kapal Fu Chang Sing I. Kasus tersebut berkaitan dengan jaringan narkotika internasional melalui jalur laut dan menjadi bagian dari pengembangan pengungkapan sebelumnya.

Jika empat pengungkapan tersebut dihitung secara keseluruhan, total barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari delapan ton.

Suyudi memimpin BNN sejak 25 Agustus 2025. Selama berada di lembaga tersebut, BNN menekankan penguatan sinergi lintas sektor dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika, termasuk kerja sama dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Setelah sekitar satu tahun memimpin BNN, perjalanan karier Suyudi berlanjut ke pucuk pimpinan Polri.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan tersebut berdasarkan Keppres Nomor 96/POLRI Tahun 2026.

Sebelum pelantikan, Suyudi terlebih dahulu menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. DPR kemudian menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri dalam rapat paripurna pada hari yang sama.

Pergantian kepemimpinan itu kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Panji Polri Tribrata dari Listyo Sigit kepada Suyudi pada Jumat, 2 Oktober 2026. Prosesi tersebut menandai peralihan resmi kepemimpinan Polri.

Lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973, Suyudi merupakan lulusan Akpol 1994. Ia memiliki latar belakang panjang di bidang reserse sebelum menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri.

Kariernya antara lain mencakup posisi di Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Wakapolda Metro Jaya hingga Kapolda Banten. Pada 2024, Suyudi dipercaya memimpin Polda Banten sebelum kemudian ditunjuk sebagai Kepala BNN pada 2025.

Pada Januari 2026, Suyudi juga memperoleh gelar doktor honoris causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara, sebagaimana dicantumkan dalam profil resmi Polri.

Kini, pengalaman panjang di bidang reserse, kepemimpinan di Polda Banten, serta pengalaman memimpin BNN menjadi bagian dari perjalanan Suyudi menuju jabatan Kapolri.

Tongkat komando Polri telah berpindah. Dari lembaga yang berfokus pada pemberantasan narkotika, Suyudi kini menghadapi cakupan tugas yang jauh lebih luas sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.

Source: Sorot Banten