Garut, zonajabar.com – Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @purypunamasari29 mendadak viral di media sosial setelah memperlihatkan aksi mencurigakan seorang pria yang mengaku sebagai aparat penegak hukum di Kabupaten Garut. Peristiwa ini membuat warga setempat resah dan kini tengah diselidiki pihak berwajib.
Peristiwa tersebut bermula pada Jumat, 9 Oktober 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Kediaman seorang warga bernama Puri Pebri Purnamasari yang terletak di lingkungan RT 001 RW 003, Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, mendadak didatangi oleh seorang pria tak dikenal.
Pria tersebut mengaku bernama Indra dan berasal dari Satuan Narkoba Polres Garut serta BNN. Namun, ketika Puri meminta mereka menunjukkan surat perintah resmi sesuai prosedur hukum serta memperjelas maksud kedatangan mereka, pria tersebut justru memanggil segerombolan rekannya yang sudah menunggu di luar rumah. Sikap dan etika yang ditunjukkan oknum tersebut dinilai sangat jauh dari standar profesionalisme aparat penegak hukum.
Berdasarkan pengakuan Puri, insiden semacam ini ternyata bukan yang pertama kalinya terjadi di lingkungan RT 001 RW 003. Sekitar dua bulan lalu, kejadian serupa juga pernah menimpa kediaman Ketua RT setempat. Saat itu, seseorang yang mengaku sebagai anggota Resmob Polres Garut bernama Azis mendatangi lokasi, yang justru berujung pada tindakan penganiayaan terhadap warga.
Menanggapi video yang meresahkan tersebut, Kepala BNN Kabupaten Garut, AKBP Hery Sudrajat, SH., langsung memberikan klarifikasi resmi. Melalui akun Instagram @bnnkgarut pada Sabtu, 10 Oktober 2026, ia menegaskan bahwa pria yang ada di dalam video viral tersebut bukanlah petugas atau pegawai BNN Garut.
“Kami pastikan bahwa orang yang ada di video tersebut bukan petugas atau pegawai BNN Kabupaten Garut,” ujar AKBP Hery Sudrajat.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif melapor. Saat ini, BNNK Garut bersama jajaran Polres Garut telah berkoordinasi secara intensif untuk melakukan pencarian dan penyelidikan guna memburu terduga pelaku yang mencatut nama institusi penegak hukum tersebut.















